Dream
Bersiaplah merasakan bulu kuduk Anda berdiri saat membaca novel ini!
Anita, seorang wanita 35 tahun, hidup di dua dunia secara bersamaan; dunia nyata dan dunia mimpi. Di salah satu dunianya, ia adalah seorang ibu dari dua anak yang mendiami sebuah kota kecil, Magelang. Di dunianya yang lain, ia menjadi seorang wanita karier di Jakarta dan menjalin hubungan dengan pria bernama Michael.
Awalnya, sangatlah menyenangkan hidup di kedua dunia itu secara bersamaan, karena apa yang tidak didapatkannya dari dunia yang satu, bisa didapatkannya dari dunia yang lain. Namun, seiring berjalannya waktu, Anita tak lagi bisa membedakan mana dunia nyata dan mana yang hanya mimpi. Apakah karier dan kehidupan percintaannya dengan lelaki pujaannya di Jakarta hanya khayalan? Atau, keluarganya di Magelang adalah mimpi semata?
Anita akhirnya sadar bahwa ia dihadapkan pada sebuah kesempatan kedua; sebuah kesempatan lain untuk mengakhiri masa lalu yang belum berakhir. Tapi, tetap saja ia tak bisa membohongi hatinya yang hancur berantakan saat menyadari kenyataan itu. Ia tak bisa berpura-pura seakan berbagai macam peristiwa yang berlangsung tidak benar-benar terjadi. Anita hanya bisa berharap andai saja dirinya dapat tidur lebih lama lagi…
***
Flap depan:
“Cinta… sepertinya semua masalah selalu berawal dari cinta. Ketika jatuh cinta pada mendiang suami Anda, Anda membangun sebuah tembok raksasa mengelilingi hati Anda untuk menutupnya dari pria-pria lain. Itu memang sudah seharusnya. Tapi, pada saat Anda telah kehilangan suami Anda, Anda justru melapisi tembok tadi dengan tembok-tembok yang baru. Anda harus merobohkan tembok-tembok itu agar Anda bisa jatuh cinta lagi, dan memulai lembaran yang baru.”
“Tapi saya tidak mau melakukan itu,” tegas Anita. “Saya tidak mau jatuh cinta lagi.”
October 28th, 2008 at 2:55 am
umm … sepertinya gw penasaran nih, blm bs mudeng maksud tu novel. Ditunggu aja deh, moga ga ngecewain yah…
January 8th, 2009 at 6:58 pm
Setelah baca Novel ini, aku kok ngerasa pernah baca cerita ini sebelumnya yah? klo ga salah karya Sidney Sheldon deh. Dan bahasa penulisannyapun kok kaku yah … jadi kurang nikmat bacanya…