“Tokyo” by Mo Hayder

December 1st, 2008 by dastanbooks

Judul
Tokyo

Subjudul
The Devil of Nanking
Iblis Nanking, Yakuza, dan Rahasia Keabadian

Penulis
a novel by Mo Hayder
Penulis novel laris Birdman

Teks tambahan
Nomine CWA Gold Dagger Award

Sinopsis back cover
Fiction – Thriller

1937. Tentara Jepang melakukan pembantaian besar-besaran di Nanking saat mereka melakukan invasi ke China. Mereka melakukan pemerkosaan, perampasan, pembakaran, serta eksekusi terhadap tawanan perang dan penduduk sipil. Ini merupakan peristiwa paling tragis yang dialami bangsa China. Karena kekejamannya di Nanking, seorang letnan Jepang bernama Junzo Fuyuki mendapat julukan yanwangye—si Iblis.

1990. Fuyuki menjadi pemimpin sebuah geng Yakuza. Ia dipercaya biasa menyantap daging manusia agar tetap sehat dan panjang umur. Fuyuki selalu didampingi oleh tangan kanannya, Suster Ogawa, yang dijuluki Jahanam Saitama karena kesadisannya. Suster Ogawa telah menjadi mitos di dunia bawah tanah Jepang.

Shi Chongming, profesor di Universitas Todai, beserta Grey, seorang mahasiswa dari London, bekerja sama untuk mengungkap rahasia Fuyuki dan Pembantaian Nanking. Ketika satu per satu fakta terungkap, Grey berada dalam bahaya karena telah membangunkan kembali Iblis yang pernah merajalela dalam tragedi di Nanking dahulu…

Tokyo adalah novel berlatar belakang sejarah yang mengagumkan… Sebuah novel beralur cepat dan mengejutkan yang membuat kita merasa harus terus membacanya; jika tidak, maka kita akan terusik dengan gambaran mengerikan.
—Daily Telegraph

Flap depan

Novel ini adalah sebuah pengungkapan dari horor yang dibentangkan dengan akhir yang menimbulkan rasa simpati.
—The Times

Mo Hayder menulis sebuah buku yang secara penuh menggambarkan talentanya…
—Sunday Telegraph

Novel yang sangat personal dan memperlihatkan sebuah talenta besar yang melampaui penulisan thriller.
—Time Out

Tokyo adalah sebuah novel yang fantastis.
—Amazon.com

Sebuah novel thriller dengan gaya penulisan yang luar biasa dan menggemparkan.
—Booklist

Flap belakang

Mo Hayder adalah seorang penulis novel kriminal asal Inggris. Setelah putus sekolah di usia lima belas tahun, Mo bekerja sebagai pelayan bar, penjaga keamanan, pembuat film, pekerja klub di Tokyo, administrator pendidikan, dan pengajar bahasa Inggris di Vietnam. Ia mendapat gelar MA bidang penulisan kreatif dari Bath Spa University di mana ia kini mengajar. Novel debutnya, Birdman, mendapat pengakuan secara luas dan menjadi bestseller di delapan belas negara di Amerika, Eropa, dan Asia. Mo Hayder kini tinggal di Somerset, Inggris.

Situs resmi:
www.mohayder.net

I’m Watching You “Peradilan Puitis Sang Pengagum Rahasia…”

October 22nd, 2008 by dastanbooks

Judul:

I’m Watching You

Sub:

Peradilan Puitis Sang Pengagum Rahasia…

Penulis:

a novel by Karen Rose

The #1 Romantic Suspense Writer

Teks Tambahan:

RITA Award Winner: The Best Romantic Suspense

Sinopsis Backcover:

Fiction – Romantic Suspense

Kristen Mayhew, seorang jaksa penuntut yang cantik, dihadapkan pada sebuah dilema kematian. Para tersangka pelaku pelecehan seksual yang gagal dijebloskannya ke penjara menerima peradilan puitis dari pengagum rahasia Kristen yang menjuluki dirinya sendiri sebagai ‘Budak Hina’. Para korban dihabisi dengan cara puitis namun ironis, menggambarkan penyiksaan yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Setelah si Budak Hina melakukan aksinya, dia akan mengirimkan suvenir untuk Kristen berupa potongan tubuh korban atau benda-benda yang menggambarkan peradilan puitis tersebut.

Aksi si Budak Hina justru menjadi teror dalam kehidupan Kristen, karena keluarga para korban kini justru berbalik mengincar nyawanya. Bahkan, Kristen terpaksa dinonaktifkan dari pekerjaan karena dianggap membahayakan jiwa para tersangka di pengadilan.

Detektif Abe Reagan ditugaskan untuk menuntaskan kasus ini. Pertemuan Abe dengan Kristen mengenalkan Abe kembali pada cinta dan masa depan yang telah lama dia kubur akibat tragedi kematian istrinya. Kristen membuat Abe kembali memiliki semangat untuk hidup. Kristen juga membuat Abe mampu berangan lagi tentang sebuah keluarga. Dan kali ini, Abe tidak akan membiarkan siapa pun membahayakan nyawa wanita yang dia yakini sebagai calon ibu dari anak-anaknya…

***

Bagaikan ada tangan dingin yang mencengkeram belakang lehermu… Namun, dihiasi juga dengan karakter-karakter yang loveable dankisah percintaan seru…

Publisher Weekly

Flap depan:

Rose menghadirkan sebuah ketegangan yang membuat kita tidak mampu bergerak dari tempat duduk.

—Lisa Gardner, penulis bestseller

Satu lagi karya hebat Karen Rose

Amazon.com

Jalinan ceritanya sarat aksi dan memikat, membuat para pembaca terus menebak-nebak siapa pembunuhnya.

—Harriet Klausner, #1 reviewer at Amazon.com

Benar-benar novel yang memikat… Anda tidak akan menyesal!

Romance Designs

Dream

October 22nd, 2008 by dastanbooks

Bersiaplah merasakan bulu kuduk Anda berdiri saat membaca novel ini!

Anita, seorang wanita 35 tahun, hidup di dua dunia secara bersamaan; dunia nyata dan dunia mimpi. Di salah satu dunianya, ia adalah seorang ibu dari dua anak yang mendiami sebuah kota kecil, Magelang. Di dunianya yang lain, ia menjadi seorang wanita karier di Jakarta dan menjalin hubungan dengan pria bernama Michael.

Awalnya, sangatlah menyenangkan hidup di kedua dunia itu secara bersamaan, karena apa yang tidak didapatkannya dari dunia yang satu, bisa didapatkannya dari dunia yang lain. Namun, seiring berjalannya waktu, Anita tak lagi bisa membedakan mana dunia nyata dan mana yang hanya mimpi. Apakah karier dan kehidupan percintaannya dengan lelaki pujaannya di Jakarta hanya khayalan? Atau, keluarganya di Magelang adalah mimpi semata?

Anita akhirnya sadar bahwa ia dihadapkan pada sebuah kesempatan kedua; sebuah kesempatan lain untuk mengakhiri masa lalu yang belum berakhir. Tapi, tetap saja ia tak bisa membohongi hatinya yang hancur berantakan saat menyadari kenyataan itu. Ia tak bisa berpura-pura seakan berbagai macam peristiwa yang berlangsung tidak benar-benar terjadi. Anita hanya bisa berharap andai saja dirinya dapat tidur lebih lama lagi…

***

Flap depan:

“Cinta… sepertinya semua masalah selalu berawal dari cinta. Ketika jatuh cinta pada mendiang suami Anda, Anda membangun sebuah tembok raksasa mengelilingi hati Anda untuk menutupnya dari pria-pria lain. Itu memang sudah seharusnya. Tapi, pada saat Anda telah kehilangan suami Anda, Anda justru melapisi tembok tadi dengan tembok-tembok yang baru. Anda harus merobohkan tembok-tembok itu agar Anda bisa jatuh cinta lagi, dan memulai lembaran yang baru.”

“Tapi saya tidak mau melakukan itu,” tegas Anita. “Saya tidak mau jatuh cinta lagi.”

The Virgin Suicides

May 18th, 2008 by dastanbooks

ThevirginsuicidesThe Virgin Suicides
Satu per satu, para perawan misterius itu memilih mati…

Jeffrey Eugenides

ISBN : 978-979-3972-32-9
Terbit : Januari 2008
Genre : Fiction
Halaman : 352
Ukuran : 12.5 x 19 cm 
Sampul : SC Glossy Embos
Lini : DASTAN - Fiksi
Diskon : 20% Harga : Rp 39,900.00 –> Rp 31,920.00

http://www.zahra.co.id/index.php?do=book.detail&id=978-979-3972-32-9   

**Deskripsi Buku**


Michigan, awal 1970-an. Keluarga Lisbon adalah keluarga yang sangat religius, keluarga biasa dengan kehidupan yang juga biasa. Sampai ketika satu demi satu anak gadis keluarga itu melakukan bunuh diri. Kelima perawan misterius yang cantik itu mengakhiri hidup mereka sendiri secara misterius pula. Gadis-gadis keluarga Lisbon berumur tiga belas (Cecilia), empat belas (Lux), lima belas (Bonnie), enam belas (Mary), dan tujuh belas (Therese).

Cecilia, si bungsu, menyayat pergelangan tangannya sambil berendam di bak mandi. Kedua tangannya mendekap gambar Perawan Suci. Percobaan pembunuhan pertamanya ini gagal.  Namun, ia berhasil dalam percobaan keduanya. Tubuhnya meluncur dari lantai atas rumah. Keberhasilan Cecilia diikuti oleh keempat saudarinya, masing-masing dengan cara yang berbeda.

Gadis-gadis keluarga Lisbon begitu terobsesi dengan kematian. Tidak ada seorang pun yang tahu misteri di balik itu semua. Tidak ada yang tahu apa yang sesungguhnya terjadi di dalam rumah keluarga Lisbon…

***

Jeffrey Eugenides lahir di Detroit, Michigan, tahun 1960. Ia lulus dengan predikat magna cum laude dari Brown University dan meraih gelar MA dalam bidang Sastra Inggris dan Penulisan Kreatif dari Stanford University pada 1986. Eugenides dianugerahi Pulitzer Prize for Fiction pada 2003. Novel perdananya, The Virgin Suicides, telah diterjemahkan ke dalam enam belas bahasa dan menjadi bestseller di banyak negara. Ia kini tinggal di Berlin, Jerman, bersama istri dan putrinya.

**Pujian-pujian**


Mr. Eugenides dikaruniai bakat terdahsyat penutur kisah, yaitu kemampuan mengubah hal-hal biasa menjadi luar biasa.
—The New York Times Book Review

Ditulis secara cerdas dan digagas secara kompleks.
—Newsweek

Luar biasa… Menakjubkan… Eugenides merayakan, meratapi, dan menghormati misteri kehidupan sehari-hari yang paling lazim.
—Times

Sangat emosional… dengan sentuhan kecerdasan dan sering kali komedi.
—People

Begitu menggoda… Sebuah debut memikat dari seorang penulis yang berbakat dan imajinatif.
—Publishers Weekly

Jangan dilewatkan… Eugenides adalah novelis debutan kelas berat.
—Kirkus Reviews

Menghunjam dengan humor kelam yang halus.
—Esquire

Menghantui… sungguh memikat.
—Harper’s Bazaar

Benar-benar memikat.
—Wall Street Journal

Menunjukkan kebrilianan penulisnya.
—Boston Globe

Sebuah kisah yang sangat emosional…
—Newsday

Memukau… Tiap detail dan kiasan begitu pas.
—Miami Herald

Novel perdana yang impresif.
—Glamour

Black Mission

May 18th, 2008 by dastanbooks

Black Mission
Ras Sempurna & Warisan Terakhir Adolf Hitler

James Rollins

BlackmissonISBN : 978-979-3972-27-5
Terbit : 20 November 2007
Genre : Fiction - Thriller
Halaman : 668
Ukuran : 14 x 21 cm 
Sampul : Soft Cover Flap
Lini : DASTAN - Fiksi Thriller

http://www.zahra.co.id/index.php?do=book.detail&id=978-979-3972-27-5 

**Deskripsi Buku**


Fakta: Laboratorium Nazi di Breslau, Polandia, bulan Mei 1945, di penghujung Perang Dunia II. Pasukan Rusia menemukan tempat itu telah dikosongkan. Enam puluh dua ilmuwannya telah ditembak mati. Hasil penelitiannya, dengan sandi die Glocke atau the Bell, telah lenyap tanpa jejak.

Di masa kini, di sebuah kuil terpencil di Himalaya, para biarawan tiba-tiba berubah menjadi gila dan seperti kanibal. Darah dan potongan-potongan tubuh tercecer di mana-mana. Di dada seorang biksu ditemukan sayatan Swastika—simbol Nazi.

Di Kopenhagen, Denmark, misi rahasia Sigma Force untuk menemukan Injil peninggalan Charles Darwin, berujung pada sabotase mematikan. Sementara di Zululand, Afrika Selatan, seorang ilmuwan dibunuh secara brutal oleh makhluk misterius yang dijuluki oleh para penduduk setempat sebagai Ukufa—Kematian…

***

Peristiwa-peristiwa tersebut terkait dengan mimpi Adolf Hitler untuk menciptakan ras manusia super yang mengungguli ras-ras manusia lainnya. The Bell, alat yang diciptakan untuk mewujudkan mimpi itu, harus segera ditemukan. Bila sampai jatuh ke tangan yang salah, dunia akan berada di ambang kehancuran…

***

Digagas berdasarkan fakta oleh seorang master thriller, novel ini tak pelak menjadi sebuah novel yang amat menegangkan sekaligus kontroversial. Mengangkat kisah tentang sebuah misteri yang jika terpecahkan akan bisa menjawab banyak pertanyaan tentang kemanusiaan… tentang asal-usul kehidupan…

**Pujian-pujian**


Rollins menulis dengan cerdas, jelas, dan dengan selera humor yang menyegarkan.
—Kirkus Reviews

Memuaskan imajinasi.
—Booklist

Ini adalah wilayahnya Clive Cussler dan Robert Ludlum dengan sentuhan Dan Brown. Para penggemar ketiga penulis itu pasti menyukai buku ini.
—Publishers Weekly

Thriller ini bukan hanya menegangkan, namun juga mencerahkan dan menggugah rasa ingin tahu.
—Chicago Sun-Times

Rollins adalah salah satu penutur kisah yang paling berdaya cipta saat ini.
—Lincoln Child, penulis bestseller

Thriller yang luar biasa…
—Mystery One

Bacaan yang menyenangkan.
—Epinions

Petualangan penuh aksi…
—Harriet Klausner, #1 Reviewer at Amazon.com

Sebuah kisah misteri, thriller, suspense, sekaligus supernatural…
—Book Reporter
 

The Rosary Murderer

May 18th, 2008 by dastanbooks

The Rosary Murderer
Ritual Pembunuhan Religius
Therosarymurderer 

Richard Montanari

ISBN : 978-979-3972-29-9
Terbit : Desember 2007
Genre : Fiction - Thriller
Halaman : 604
Ukuran : 14 x 21 cm 
Sampul : Soft Cover Flap
Lini : DASTAN - Fiksi Thriller

http://www.zahra.co.id/index.php?do=book.detail&id=978-979-3972-29-9 

**Deskripsi Buku**


Empat orang gadis muda ditemukan tewas mengenaskan dengan rosario di tangan dan tanda salib di dahi mereka. Leher mereka patah, dengan tangan dimur dalam posisi berdoa. Dan mereka bukanlah yang terakhir…

***

Menjelang Paskah, kota Philadelphia digemparkan oleh pembunuhan berantai. Korbannya adalah para siswi sekolah Katolik. Pembunuhan dilakukan dengan cara yang amat keji namun terpola rapi layaknya ritual. Diketahui bahwa para korban disuntik suatu cairan yang melumpuhkan namun tidak menghilangkan kesadaran—dengan kata lain, mereka merasakan kesakitan yang sangat saat si pembunuh melakukan aksinya!

Jelas bahwa si pembunuh ingin menyampaikan pesan melalui ritual pembunuhannya. Situasi semakin membingungkan ketika si pembunuh juga mengincar korban laki-laki. Pesan semakin kabur, sementara Detektif Kevin Byrne dan Jessica Balzano harus berpacu dengan waktu sebelum korban-korban berikutnya berjatuhan kembali.

***

Richard Montanari adalah seorang novelis, penulis skenario, dan penulis esai. Ia adalah penulis pemenang OLMA (On Line Mystery Award) dengan karya-karya yang laris secara internasional, seperti The Rosary Murderer, Kiss of Evil, Deviant Way, dan The Violet Hour.

Situs resmi: www.richardmontanari.com 

**Pujian-pujian**


Novel ini adalah thriller yang tidak biasa dengan kekuatan yang menarik pembaca ke dalam jiwa kelam sang pembunuh.
—Library Journal

Bukan bacaan bagi yang lemah jantung… [Novel ini] memberi definisi baru bagi istilah ‘thriller’.
—Book Reporter

Sebuah thriller yang menegangkan tanpa henti dan menciutkan nyali.
—Tess Gerrittsen, bestselling author

Bersiaplah untuk terjaga sepanjang malam.
—James Ellroy, bestselling author

Perpaduan yang efektif antara kesucian dan kekejian.
—The Philadelphia Inquirer

Sungguh memikat.
—Cleveland Plain Dealer

Thriller yang cepat, ditulis secara apik dengan banyak kelokan sehingga membuat Anda terus menebak-nebak hingga akhir.
—Phillip Margolin, bestselling author

Bacaan yang memikat kita sejak awal.
—The Clarion-Ledger

Mr. Monk Goes to the Firehouse

May 18th, 2008 by dastanbooks

Mr. Monk Goes to the Firehouse
Pembunuhan & Harta Terpendam San Francisco

Lee Goldberg

ISBN : 978-979-3972-31-2
Terbit : November 2007
Genre : Fiction - Detective
Halaman : 424
Berat : 290 gram
Ukuran : 12.5 x 19 cm 
Sampul : Soft Cover Flap
Lini : DASTAN - Fiksi Detektif

http://www.zahra.co.id/index.php?do=book.detail&id=978-979-3972-31-2 

Mrmonk **Deskripsi Buku**


Dialah Adrian Monk; detektif genius yang selalu bisa mencium kejanggalan sekecil apa pun, di mana pun, kapan pun. Tak terduga dan jenaka; dengan kelainan obsesif-kompulsifnya, Monk justru menjadi detektif terbaik seantero San Francisco.

***

Kali ini Monk harus menghadapi kasus kematian seekor anjing pemadam kebakaran yang berujung pada serentetan pembunuhan. Sparky, nama anjing tersebut, ditemukan tergeletak tak bernyawa di malam yang sama ketika terjadi kebakaran di sebuah rumah yang menewaskan sang penghuni. Kejadian ini menyeret Monk ke dalam misteri mematikan yang menelan korban lainnya. Satu kematian disusul oleh kematian lain…

Monk harus menggali fakta-fakta tersembunyi yang tak terdeteksi oleh polisi. Diduga kasus ini melibatkan orang yang berpengaruh, plus rahasia harta terpendam San Francisco. Monk berpacu dengan waktu. Terlambat sedikit saja, pihak-pihak yang bertanggung jawab akan melenggang bebas…


**Pujian-pujian**

Sebuah kisah misteri kelas satu yang cerdas, bergerak laju bagaikan kereta express.
—Janet Evanovich, bestselling author

Bisakah buku jadi lebih mengasyikkan ketimbang televisi? Tentu saja bisa, jika Lee Goldberg penulisnya.
—Lee Child, bestselling author

Kisah yang cerdas dan berliku.
—Lisa Gardner, bestselling author

Plotnya bagus dan dituturkan dengan apik.
—Margaret Maron, bestselling author

Karakternya lihai, jenaka, dan simpatik. Plotnya berliku.
—Jerrilyn Farmer, bestselling author

Buku yang apik, dengan humor, ketegangan, dan plot yang cepat.
—Aimee & David Thurlo, bestselling authors

Misteri yang memikat… Buku yang bagus!
—Paul Bishop, Detektif LAPD

The Winner Kuis Hitung Kupu-kupu di IBF Mar 08

May 13th, 2008 by dastanbooks

Dastan Books mengadakan Kuis hitung kupu-kupu yang diilhami dari Buku I Feel Bad About My Neck saat Pameran Islamic Book Fair, Tanggal 1 - 9 Maret 2008.

Para pemenang mendapatkan 1 paket buku dari Dastan (15 buku) yang diberikan kepada 3 pemenang beruntung berikut:
1. Prita (kiri)
2. Andi Wiguno (tengah)
3. Titi (kanan)

Selamat kepada para pemenang, dan jangan lupa kunjungi stand Dastan saat Pameran di Kota kamu. Dastan akan memberikan kejutan buat kamu… (^_^)

COMING SOON:
Pesta Buku Jakarta 2008
Tanggal : 28 Juni - 6 Juli 2008
Tempat : Istora Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta
Stand : 67 - 68, 99 - 101 
Pemenanghitkupu2ibf08 

November 11th, 2007 by dastanbooks

Ifellbadaboutmyneck_1I Feel Bad About My Neck
Leher: Musuh #1 Para Wanita

Nora Ephron

ISBN : 978-979-3972-26-8
Terbit : November 2007
Genre : Non-Fiction - Entertainment
Halaman : 236
Ukuran : 14 x 20.5 cm 
Sampul : Soft Cover Flap Doft
Lini : DASTAN - Non Fiksi

http://www.zahra.co.id/index.php?do=book.detail&id=978-979-3972-26-8

**Deskripsi Buku**


Apa yang bisa kita lakukan pada leher kita? Kita bisa mewarnai rambut, mengencangkan kulit wajah, menambah implan, atau melakukan sedot lemak. Tapi leher? Leher wanita tak bisa bohong. Tidak ada yang bisa kita lakukan pada leher kita.

Bagaimana dengan tas? Tahukah kau bahwa ada jenis tas yang membuat kita tampak sepuluh tahun lebih tua dari usia kita? Dan coba tengok tasmu. Apakah tasmu kini telah berubah menjadi kuburan barang-barang bekas pakai—lipstik tanpa tutup, bungkus tisu dan permen, sisir yang sudah lama kau anggap hilang, kotak bedak yang isinya tinggal separo? Lalu, apa yang harus kau lakukan?

***

Dengan cerdas dan jenaka, Nora Ephron menuturkan suka-duka menjadi wanita. Bukunya ini telah dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia. Menjadi “bacaan wajib” para wanita yang tidak ingin menyesali hidup mereka, walau tetap harus memiliki leher…

**Pujian-pujian**


Nora Ephron sungguh jenaka… lucu dan menghibur.
—The Washington Post

Ia (Nora Ephron) telah menemukan banyak hal di keremehan hidup sehari-hari.
—The New York Times

Nora Ephron telah menguasai seni menjadi orang yang menyenangkan… I Feel Bad About My Neck bisa berguna bagi kita yang suka menyebalkan.
—The Guardian

Kelakarnya (Nora Ephron) yang jenaka selalu segar.
—People

Ephron berani bertutur jujur.
—Publishers Weekly

Sebuah buku yang jenaka…
—New York Observer

Bakatnya (Nora Ephron) dalam membentuk peristiwa-peristiwa acak kehidupan menjadi kisah-kisah yang apik membuat karyanya memuaskan.
—The Globe and Mail

Baca buku ini sebagai penangkal keputusasaan.
—U.S. News & World Report

Menghadirkan kegembiraan…
—The New York Review of Books

Membaca I Feel Bad About My Neck sama seperti makan siang bersama seorang teman dekat…
—Book Reporter

Tidak hanya jenaka… tapi juga benar-benar jujur, ditulis dengan apik…
—Trashionista

Ephron memang jenaka… tapi ia menulis kenyataan yang mustahil kau abaikan…
—EU Jacksonville

Lucu, manis… dan benar-benar jujur.
—AudioFile
 

Resensi buku Deadly Triangle

November 11th, 2007 by dastanbooks

Deadlytriangle04c_3Resensi buku
Suara Merdeka, Minggu 28 Okt 07
————

Perembutan Naskah Da Vinci
Oleh: N. Mursidi *)

Judul buku : Deadly Triangle
Pengarang : Lewis Perdue
Penerbit : Dastan Books, Jakarta
Cetakan : Pertama, Juli 2007
Tebal buku : 512 halaman

SEBUAH karya sastra memang tak semestinya ditulis
berdasarkan fakta, apalagi hanya sekadar merekam
peristiwa sejarah yang pernah terjadi di masa lampau.
Karena pada dasarnya fiksi merupakan capaian ikhtiar
pengarang meniti jalan berkelok dalam menerobos
"relung-relung" sejarah, juga realitas. Tak pelak,
kalau "jalan peniruan" itu yang kemudian dipilih atau
ditempuh, tidak mustahil, karya sastra yang lahir tak
ubahnya sebongkah foto hasil jepretan kamera. Indah
dan menggugah, tetapi kurang bisa mematik kesadaran
pembaca untuk berpikir kritis.

Tapi novel Deadly Triangle (aslinya berjudul The Da
Vinci Legacy; 1983) karya Lewis Perdue ini termasuk
perkecualian. Meski sebagaimana diakui pengarang yang
kini tinggal di Sonoma, California ini ditulis
berdasarkan fakta sejarah, Perdue tetap tak terjebak
pada setumpuk bahan literer "sejarah yang bisu"
melainkan dapat melangkah lebih jauh, menyeruak di
balik bilik peristiwa juga melampaui realitas dan
lorong-lorong masa lalu yang nyaris tidak terekam
sejarah.

Jika diibaratkan, sejarah merupakan kisah tentang
pertumpahan darah orang yang membunuh, mencuri, dan
bahkan melakukan berbagai hal di tengah lautan. Tak
mustahil, apa yang terjadi di tepian laut justru luput
dari perhatian. Nah, Perdue melalui novel ini dapat
diibaratkan menulis kisah mengenai apa yang terjadi di
tepian laut tersebut.

Kisah yang terjadi di tepi laut itu dituturkan oleh
pengarang dengan jalan membuka lapis demi lapis
"lingkaran maut" The Elect Brothers (kelompok biarawan
keturunan St. Peter), Nazi, GRU (intelejen kemiliteran
Rusia), dan Vatikan dalam memperebutkan naskah kuno
karya da Vinci. Awalnya, Kingsbury membeli sebuah
naskah kuno Leonardo dari keluarga Caizzi. Saat Vence
Erikson –sarjana da Vinci yang dipercaya Kingsbury–
mengamati dengan cermat, ternyata ia tahu naskah kuno
da Vinci itu dipalsukan.

Sontak, Kingsbury dan Vance ingin mengetahui "isi
dari naskah yang hilang" itu, serta mencari tahu di
balik pemalsuan tersebut. Tapi, saat Vance menyelidiki
lebih jauh, dia justru dihadang berbagai peritiwa
aneh. Tiga orang ahli da Vinci yang mau ditemui justru
meninggal dunia dan ia bahkan menjadi target
pembunuhan. Dari petunjuk yang ditulis Martini, satu
dari tiga ahli da Vinci yang terbunuh, Vance kemudian
terbang ke Italia. Jalinan kisah pun jadi berbelit,
karena Vance selalu diburu oleh sekelompok orang yang
tidak jelas beralifiasi di pihak mana.

Alhasil, novel ini selain menghibur dapat dipastikan
juga menyentak kesadaran pembaca. ***

*) N. Mursidi, cerpenis asal Lasem, Jateng. Kini
tinggal di pinggiran Jakarta.